SPSS banyak sekali vesinya mulai dari 7 sampai sekarang 18 dengan nama PAWS, akan tetapi intinya adalah sama, yaitu sebagai alat untuk mempermudah atau mempercepat perhitungan statistik yang tersedia di dalamnya. Akan tetapi perkataan "mempercepat atau memermudah" tentunya hanya berlaku bagi orang yang telah memahami ilmu statistika dan menguasai cara menggunakan Software SPSS ini "PAWS Stattistic... version".
Saya sendiri adalah seorang awam mengenai Statistka dan SPSS tetulah berhadapan dengan software SPSS " PAWS Statistic" konsep mempercepat dan mempermudah tentulah tidak tepat... yang pasti pusing tujuh keliling. Akan tetapi, dikarenakan saya dituntut untuk bisa menggunakan software ini dalam perkerjaan saya saat ini, maka sambil belajar saya ingin berbagi dan menimba ilmu tentunya dari komentar-komentar kawan-kawan semua.
Sebelum Praktek ke penggunaan SPSS "SPSS 17 yg ada di Kompie ku", biar sedikit-sedikit memahami kembali Ilmu Statistika maka saya mencari buku metoda Statistika karya Bpk Sujana yang dahulu pernah dibaca. Cari sana cari seni ternyata terselip di antara tumpukan buku.... owh... dah pada berceceran halamnya... saya kumpulkan satu demi satu... jadi ingat masa2 ku dulu. :)
Mulai dari awal ku baca itu buku... tentulah dari covernya... Prof. DR. SUDJANA, MA.,M.Sc. METODA STATISTIKA edisi 6. Terus Ku buka halaman pertama... eh sudah hilang yang ada cuma halam ke 9. heheh, kacau dech! ya... sutra lah, biarkan berlanjut. Mulai ku baca:
Hal 9. Prof. DR. SUDJANA, MA.,M.Sc. METODA STATISTIKA edisi 6
Hal 9 ini berisi tentang konsep pembulatan angka yang kadang-kadang banyak terlupakan apa lagi seperti saya yang telah lama tidak bertautan dengan hal-hal perhitungan statistika. dalam halaman ini di ceritakan tiga buah aturan dalam pembulatan angka agar hasil perhitungan kita menjadi lebih sederhana atau di bulatkan, tentulah untuk berbagai kepentingan dapat untuk laporan, analisis adan sebagainya.
Ada tiga aturan dalam pembulatan "katanya": :)
Aturan Pertama : Jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan 4 atau kurang, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya tidak berubah.
Contoh:
Rp. 59.376.402,96 ingin di bulatkan hingga jutaan rupiah yaitu menjadi Rp. 59 juta, Angka yang harus di hilangkan mulai dari 3 ke kanan dan ini merupakan angka terkiri. Angka terkanan yang mendahului 3 adalah 9, maka angka sembilan tidak berubah "harus tetap" maka jadilah pembulatan dalam jutaan rupiah adalah Rp 59 juta.Aturan Kedua : Jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan lebih dari 5 atau 5 diikuti oleh angka bukan nol, maka angka terkanan yang mendahuluinya bertambah dengan satu.
Contoh:
6.948 kg, jika ingin dibulatkan menjadi ribuan akan menjadi 7 ribu kg. Misal lagi, Rp 276, 51 jika dibulatkan menjadi satuan rupiah menjadi Rp177,00.Aturan Ketiga : Jika angka terkiri dari yang harus dihilangkan hanya angka 5 atau 5 yang di ikuti oleh angka-angka nol, maka angka terkanan dari yang mendahuluinya akan bertambah 1 jika ganjil dab tetap jika genap. Aturan ketiga di sebut dengan aturan genap terdekat yang dibuat untuk mebuat keseimbangan diantara pembulatan ke bawah.
Baca sambil nulis memang melelahkan... udah dulu ah belajarnya hehehhe....
0 komentar:
Posting Komentar